Alyssa Saufika Umari, seorang gadis yang mempunyai paras wajah cantik. Bukan hanya itu dia gadis yang baik, ramah, idaman semua para kaum adam. Aku sangat beruntung karna bisa mendapatkan hatinya, dapat memilikinya.
Dia gadis yang selalu ceria, dia yang membuat ku berubah delapan puluh derajat sekaligus, dia yang membuat ku ikut ceria karenanya, dia yang mengajarkan ku bagaimana berorganisasi. Dan dia orang yang membuat es itu mencair.
2tahun bukan lah sebentar, namun hubungan kami masih tetap abadi sampai saat ini. Aku sangat menyayanginya bahkan aku sangat mencintainya.
Dia sangat menyukai bunga, khusunya bunga mawar putih. Baginya mawar adalah bunga yang sangat istimewa dan mempunyai kharismatik tersendiri.
"Rio..."
"Apasih sih fy!"
"Iih kamu mah marah-marah mulu"
"Iya..iya apa..?"
"Aku mau bunga itu"
"Mawar?"
"Heem.. Mawar Putih"
"Buat apa? Aku gak suka bau bunga"
"Ga bau, malah wangi tau"
"Tapi aku gak suka"
"Rio..." ucap ify merengek.
"Engga"
"Ayolah... Beliin"
"Engga"
"Yaudah kalo gitu, Aku marah sama kamu"
"fy...?" sapa rio namun ify tak menjawab. Wajahnya seperti di tekuk-tekuk, kedua tangannya ia lipat di depan dada.
"Dih benaran marah!" ucap rio kembali.
"Bodo"
"Jelek ah kalo lagi marah"
"Biarin, yang penting kamu cinta aku"
"wwkwk" terdengar tawa rio.
"Nih buat kamu" ucap rio dengan memberikan sesuatu ke Ify. Senyum merona pun terpancar di bibir ify.
"Kapan kamu belinya?"
"Tanpa kamu minta aku udah beliin buat kamu"
"Trus tadi kenapa pura-pura ga mau beliin"
"Gapapa mau liat muka jelek kamu aja soalnya bosen ngeliat kamu cantik mulu"
"iihh rese...!"
Sepenggal kenangan yang selama ini masih ku ingat bersama mu tentang bunga kesukaanmu. Begitu manis dan tak mungkin akan aku lupakan.
Hari ini aku sudah siap untuk mengunjungi mu. Mawar putih yang ada di tangan ku siap ku berikan untuk mu. Aku pun sudah rapi dengan menyesuaikan warna baju ku seperti warna mawar yang di tangan ku ini. Tunggu aku.
Setelah semuanya rapi, aku pun segera berangkat menuju rumahnya. Di sepanjang perjalanan rasanya dada ini sesak namun aku harus bisa menahannya aku gak mau bersedih karenanya.
Setelah sampai aku pun segera turun dari mobil ku dan mulai memasuki perkarangan ini.
Aku tersenyum namun entahlah senyuman ini hambar seperti ada yang hilang.
"Hy fy,.. Apa kabar? Aku bawa sesuatu buat kamu, mawar putih kesukaan kamu" ucap Rio lalu menaruh bunga itu di tumpukan tanah ini lalu iya memegang batu nisan itu. Tertulis nama Alyssa Saufika Umari, tanggal lahir dan beserta... Tanggal wafat. Ini yang ku bilang sesak.
"Fy, aku kangen sama kamu, kamu lagi apa di sana? aku tak menyangka bahwa mawar putih itu adalah mawar terakhir yang ku berikan untuk mu fy, tapi Tenang lah fy, mawar putih yang ku berikan di malam itu tidak akan menjadi yang terakhir karna aku akan memberikan mu mawar putih lainnya walaupun kali ini berbeda.."
"Aku taruh di sini yah. Kamu baik-baik, aku tinggal dulu. Aku mencintai mu"
Ucap rio lalu beranjak menjauh ia tak bisa berlama-lama di pemakaman ify karna rasanya terlalu sesak nafas ini, aku gak mau ify melihat ini semua aku akan berjanji kalo aku akan bisa menjalani ini semua walaupun tanpa dia, biarlah dia bahagia disana.
Begitu kencang hembusan angin, terasa dingin sampai ke tulang rusuk, daun mulai bergugur. Angin menerpa wajah ku dengan lembut dan seperti ada yang berbisik ketelingaku, yang membuat ku tersenyum karenanya.
"Aku juga mencintai mu"
Lalu aku pun menengok ke belakang melihat makam ify terlihat seorang gadis cantik dengan gaun putihnya. Ify, dia sangat cantik dia tersenyum ke arah ku, senyuman termanis namun wajah nya pucat. Dan bayangan itu pun menghilang. Lalu aku pun pergi meninggalkan itu semua..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar