Dia
seseorang yang tak pernah benar-benar mengetahui apa itu cinta. Dia seseorang
yang tak pernah percaya akan hal mengenai cinta. Dia perempuan yang unik, dia
adalah perempuan yang begitu memiliki jiwa tegas seperti warna kesukaanya ‘Merah’.
“Iya
gitu Len. Kalo menurut lu gimana?” Tanya seorang perempuan disuatu tempat
makan.
“Lu
salah Rin kalo Tanya begituan ke Lena. Dia mana tau sih soal Cinta” saut
seorang perempuan yang juga berada di tempat yang sama.
“Eh
jangan macem-macem yah sama gw. Cinta itu ada banyak versi. Cinta kepada Sang
Pencipta, Cinta kepada Keluarga dan Cinta antara Dua Insan. Tinggal cinta mana
yang mau di bahas.” Sahut Lena sembari meminum sebuah Air Mineral yang sudah
berada di meja tersebut.
“Versi
yang terakhir” ucap perempuan lainnya. Lena hanya membalasnya dengan cibiran. Semua
temennya sudah tahu bahwa Lena adalah perempuan yang begitu payah dengan cinta
yang satu itu. Ia sama sekali tidak pernah percaya bahwa cinta ataupun cinta
sejati di antara dua orang insan itu ada, ia sama sekali tidak mempercayainya.
“Kan
bener apa kata gw, dia mah gatau” sahut temannya
“Udah
ah gw ga mau bahas begituan” ucap Lena.
“Kan
bener lagi apa kata gw. Dia mana mau sih bahas-bahas begituan” ucapnya lagi.
“Lu
sekali lagi ngomong gw lempar nih botol ke lu yah” sahut Lena.
“Hahahaha,
udah Len sabar, lu jangan marah-marah mulu” ucap temannya.
“Sangar
lu, jangan sangar-sangar Len kapan mau punya pacarnya.” Ucap yang lain.
“Sial!”
ujar Lena . dan seketika semua temannya pun tertawa menertawainya.
Namanya
Lena permatasari. Anak pertama dari Tuan Sean dan Nyonya Sean. Ia memiliki 5
sahabat yang telah berjalin sejak masa-masa SMA. Mereka semua telah mengetahui
sifat masing-masing. Namun jarang sekali mereka dapat berkumpul bersama
layaknya seperti ini. Tujuan kampus yang berbeda salah satu alas an yang
membuat mereka jarang sekali untuk bisa berkumpul bersama namun, tali
persahabatan itu masih dapat dijalin dengan baik.
Walaupun
pertengkaran sering terjadi di antara mereka, namun mereka berlima dapat
bersama kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Semoga ini akan terus berjalan
dengan semestinya.
***
“Hai,
apa kabar Len?”
“Baik”
“Ceritakan
sesuatu kepada ku, sebuah cerita saja. Aku ingin mendengarnya” ucap seorang
perempuan yang baru saja tiba.
“Cerita
apa?” Tanya Lena.
“Apa
saja, cerita yang kau buat. Ayolah aku sedang suntuk ” ujarnya,
“Baik
lah, dengar kan cerita ini saja” ujar Lena.
***
Ketika
itu ada seorang lelaki yang begitu tampan, tapi Ia begitu pengecut. Ia membuat
seorang gadis menunggu begitu lama. Bukan menunggu untuk di jemput di suatu tempat,
melainkan menunggu lelaki itu untuk membuka hatinya untuk perempuan ini. Lelaki
ini memiliki paras yang bukan hanya tampan, tetapi juga manis dan menarik. Tubuhnya
yang tinggi dan tak begitu berisi membuatnya semakin terlihat keren.
Sebenarnya
lelaki ini menyukai perempuan itu, hanya saja seperti yang ku bilang barusan,
Ia begitu pengecut untuk mengungkapkannya. Memang sungguh aneh Mereka saling
mencintai satu sama lain namun, mereka sama-sama diam menutupi perasaan mereka
masing-masing.
Sampai
suatu hari, lelaki ini benar-benar memberanikkan diri untuk mengungkapkan
semua. Semua isi hatinya, setelah ia mencoba menaruh hati kepada perempuan lain
Ia tak bertahan lama dan akhirnya Ia memutuskan untuk mencoba memberanikan diri
untuk menjemput hati yang telah lama menunggunya.
“Aku
ingin bicara dengan mu sebentar, bisa?” ujar lelaki ini yang memiliki nama
lengkap Lukas pratama.
“Tentu”
sahut perempuan ini dan berjalan kearah depan . Ia memiliki nama lengkap
Meriana. Perempuan yang begitu manis parasnya dan begitu memiliki hati yang
lembut
“Maaf
kan ” ujar lelaki itu tiba-tiba.
“Untuk
apa?” Tanya Ana, ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang lelaki di
hadapannya ini bicarakan.
“Membuat
mu menunggu” ujarnya. Ah tiba-tiba perempuan ini yang langsung menundukan
pandangannya. Sekarang Ia mengerti apa yang sedang Lukas bicarakan.
“Lupakan
saja” ujar Ana.
“Tidak
bisa, Aku pun memiliki rasa yang sama seperti mu, hanya saja Aku terlalu
pengecut untuk mengungkapkannya. Dan terus berlari menjauh seolah aku tak
pernah mencoba menengok kebelakang dan melihat bahwa ada yang menunggu ku” ujar
Lukas menatap Ana.
“Maaf
kan Aku” ujar Lukas menyentuh lengan Ana.
“Bagaimana
Aku bisa marah dengan mu. Kau tak perlu meminta maaf” sahut Ana.
“Maukah
kamu menjadi kekasih ku?” Tanya Lukas. Dan Ana pun mengangguk menyetujui
pertanyaan Lukas. Mulai semenjak itu mereka menjalin kasih.
Canda
dan tawa pun mulai hadir di antara mereka berdua, Lukas begitu menyayangi Ana
dan sebaliknya. Kebahagiaan mulai menyelimuti mereka. Mereka saling menghargai
satu sama lain. Mereka selalu bersama, pergi berjalan bersama, bermain dan
berkumpul dengan teman bersama. Intinya mereka sangat begitu bahagia. Sampai suatu
hari sesuatu terjadi.
Mariana
pergi menghilang. Ia pergi meninggalkan Lukas tanpa sepatah kata pun, ia pergi
tanpa memberikan kabar kepada Lukas, bahkan Lukas sendiri tidak tau kemana Ana
pergi. Ia seperti lelaki yang kehilangan arah, kenapa ketika Ia benar-benar
menemukan perempuan yang dapat membuatnya mencintainya kenapa harus menghilang.
Ana pergi begitu saja dan membuat Lukas kecewa.
Lukas
menunggunya, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, Lukas masih menunggunya. Mencoba mencari
obat untuk luka hatinya. Berharap Ana akan kembali menemuinya dan kebahagian
menyelimuti mereka kembali tapi.. harapan itu musnah sampai tiba tahun ke-5. Ana
tak kunjung juga datang. Lukas menjalani hari-hari tanpa Ana, Ia berkumpul
dengan teman-temannya masih sama seperti dulu, hanya saja kali ini ada yang
berbeda, Ia tak alagi bersama Ana, entahlah dimana gadis itu saat ini. Ia
sangat-sangat merindukannya. Sampai ketika di tahun ke-6 dia hadir. Bukan Ana
melainkan orang lain. Selama 6 tahun, dial ah yang mencoba menghibur Lukas
mencoba mengobati hati Lukas dan butuh waktu 6 tahun untuk membuktikan bahwa Ia
dapat menggantikan sosok Ana di hati Lukas.
Perempuan
itu bernama veronica, ia yang mencoba menghibur Lukas selama 6 tahun. Ia tak
benar-benar bermaksud untuk merebut Lukas, tidak. Sebagai teman, Ia hanya ingin
menghibur Lukas dan membuat lelaki itu bangkit dari keterpurukannya. Ia geram
melihat Lukas yang tiba-tiba menjadi pendiam dan mulai tak seasik dulu, itu
sebabnya Ia mencoba menghibur Lukas dan Ia tidak bermaksud untuk menjatuhkan
hatinya kepada Lukas, cinta ini datang dengan sendirinya tanpa ia sadari
sebelumnya.
Sama
halnya seperti yang dirasakan oleh Lukas, lelaki ini mulai mencintai perempuan
lain, Ia tak tahu bagaimana Ia bisa mencintai perempuan lain selain Ana, rasa
cinta ini sama halnya ketika ia mencintai sosok Ana. Ia tak tahu mengapa bisa. Ia
hanya mulai terbiasa dengan situasi ini, lebih tepatnya rasa nyaman itu muncul
dengan sendirinya tanpa ia sadari. Sampai Ia merasakan bahwa kali ini Ia tidak
akan mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya. Teman-temannya telah
mengetahui bahwa Lukas dan Veronica saling suka satu sama lain. Mereka juga
tidak ingin melihat Lukas terus-terusan sakit karena kepergian Ana, dan mereka
semua setuju dengan hubungan Lukas dan Veronica.
Awalnya
Veronica menolaknya, Ia tidak ingin menjalin kasih dengan Lukas walaupun ia
mengakui bahwa dirinya memang memilliki rasa kepada Lukas namun, ada sesuatu
hal yang Ia takuti, bagaimana dengan Ana. Namun kisah Ana dan Lukas sudah
selesai.
“Ica”
panggil Lukas.
“Iya?”
sahut Veronica.
“Gw
tau mungkin gw salah punya rasa ini ke lu, tapi sumpah ini bukan hanya sekedar
pelampiasan. Lu ngebuat gua bener-bener
move on dari Ana. Gw suka lu Ca” ujar Lukas mentap Veronica.
“Kalo
lu ngerasa ini semua salah, yaudah gausah di tanggapi. Lupain semua nya
daripada akhirnya sakit.” Ujar veronica.
“Enggak,
gw gak akan melakukan hal yang bodoh lagi untuk kedua kalinya. Kali ini gw
gamau kehilangan orang yang gw suka lagi, gw suka sama lu, gw sayang sama lu,
gw cinta sama lu. Lu mau kan mulai semuanya dari awal sama gw?” ujar Lukas
dengan menggenggam tangan Veronica.
“Gw
pun merasakan hal yang sama” ujar Veronica pelan.
“Would
you be my girlfriend?” Tanya Lukas.
“Yes
I would ” sahut Veronica. Lukas pun segera memeluk Veronica. Kali ini Ia tidak
akan melepaskan pemilik hatinya. Dan mulai saat itu kebahagiaan Lukas hadir
kembali namun, kali ini dengan orang yang berbeda. Veronica wanita yang
berhasil menggantikan posisi Ana di hatinya.
Semua
berjalan begitu indah, lagi-lagi Lukas merasakan bahagia yang begitu mendalam,
teman-temannya pun ikut bahagia melihat Lukas sudah mulai kembali seperti
semula. 3 tahun pun berjalan begitu dengan indah, begitu penuh dengan
kebahagiaan. Bungan, hadiah, boneka, semua yang begitu sangat special selalu di
berikan Lukas kepada Veronica. Hatinya sudah penuh dengan nama Veronica.
Kali
ini berbeda dengan yang ssebelumnya, jalinan hubungan kali ini dengan Veronica
lebih terkesan santai namun asik, veronica adalah teman, musuh bertengkar,
sahabat sekaligus pacar yang begitu sempurna untuk Lukas. Ia tak manja seperti
layaknya perempuan lain. Ia cewe yang tegar, kuat, hebat, dan unik. Lukas
sangat mencintainya. Sangat dan begitu sangat. Kali ini bahagianya begitu
sangat bahagia.
Namun
di tahun ke-4 setelah Mereka menjalin kasih, seseorang menemui Veronica. Dia adalah
Ana, Ia datang kembali untuk bertemu dengan Lukas. Ketika Ia pergi meninggalkan
Lukas, Ia tidak bermaksud untuk tak memberi kabar kepada Lukas. Di karena kan
Ia tidak ingin membuat kekasihnya itu sedih. Sampai akhirnya Ia kembali
kejakarta untuk menemui Lukas. Ana tidak tahu bahwa dia sedang berbicara dengan
siapa, ia sedang berbicara dengan kekasih Lukas namun Ia belum mengetahuinya bahwa Veronica adalah
kekasih Lukas.
Akhirnya
ketakutan Veronica pun terjadi, Ana kembali untuk menjemput Lukas, lalu
bagaimana dengan dirinya? Ia hanya diam ketika Ana berbincang dan berucap. Ia hanya
memikirkan bagaimana dengan dirinya dan hatinya.
***
“Tunggu”
“Ini
kisah mu?”
“…”
“Jangan
lepaskan dia”
“Maaf,
aku telah melepaskannya”
“Bodoh!!”