Minggu, 28 November 2021

Surat 3

Sayang, kamu tau kan kalo kamu adalah pacar pertama aku. Kamu tau ga betapa senengnya aku saat ada orang yang mau nerima aku sebagai kekasihnya. Sayang Terima kasih udah menjadikan aku sebagai orang tersayang kamu. 

Yang, sedari awal kita sama-sama tau begitu banyak kekurangannya aku. Aku pacar yang jarang bisa di telfon, aku pacar yang gabisa di video call, aku pacar yang gabisa diajak ngobrol sampai larut malam, aku bukan pacar yang bisa tiap hari di apelin, dan aku bukan pacar seperti pacar temen temen kamu. 

Kamu orang yang berharga buat aku, akhir-akhir ini aku sering sekali mengucap kalimat itu, bagaikan mantra bagi ku untuk kamu tidak bisa meninggalkan ku. 

Maaf jika aku belum bisa menjadi seperti yang kau minta. Begitu banyak perbedaan kita tapi kamu tenang aja, aku akan menyamakannya seperti mu. 

Sayang, ku tau saat ini kau mulai jenuh. Walau kau mengucap tak ingin kita berpisah, seperti ini saja rasanya buat ku seperti berpisah. Hilang rasanya percaya diriku untuk bisa terus bersama mu. 

Yang lain memang begitu indah, kau boleh mendiamkan ku sampai waktu yang kau butuhkan. Aku tidak akan pergi kemana - mana. Aku akan tetap disini. 

Ingat lah, banyak sekali hal yang ku korbankan. Aku memang belajar begitu lama, proses ku begitu lambat tapi aku mencoba terus menerus untuk merobohkan pilar demi pilar agar tidak ada lagi benteng yang aku tutupi untuk mu. Seperti mereka yang kau tau pada umumnya. 

Aku tidak cantik, begitu sangat insecure nya diriku sehingga selalu berfikiran buruk yang membuat kita selalu cekcok. Maaf kan aku. Aku sedang perbaiki hal itu. 

Sayang, bisakah kau melihat sedikit saja ketulusan ku selama ini. Yang ku lakukan demi mu. Perkataan, perlakuan, dan hal lain yang ku lakukan untuk mu. Bisa kah kau melihatnya? Sedikit saja? Aku merindukan rasa di awal layaknya perempuan yang jatuh hati. 

Sayang aku selalu menyayangi mu. Selalu, bagaimanapun keadaan mu. Aku akan berusaha menemanimu. 

Salam, 
Kekasih mu