Aku memang tak sepenuhnya tahu tentang cerita mu dengan dia. Kau hanya menceritakan betapa sakitnya menunggu seseorang yang sudah lama kau dambakan. Kau hanya menceritakan betapa menyukai dan menyayanginya kau terhadapnya. mengapa kau begitu bersikeras untuk mempertahankan yang jelas-jelas sudah melepasmu dari sejak jauh-jauh hari. kau perlu tahu bahwa tak selamanya perasaan akan benar-benar menetap di sana. terkadang rasa itu akan luntur, pudar, lalu menghilang.
Begitu banyak orang baru yang hanya sekedar berlalu lalang di pertunjukan hidup ku. dirimu salah satunya. sudah ku ceritakan bukan beberapa hal yang sudah terjadi di dalam pertunjukan hidup ku kepada mu. aku sangka kau akan mengerti, namun yasudahlah manusia butuh belajar untuk mengerti akan suatu hal. entah apapun itu.
mungkin memang benar, dan memang masuk logika. bagaimana mungkin orang baru dapat menyukai, mencintai dan dapat menerima kita hanya dengan waktu yang begitu singkat. sedangkan kita saja cukup lama dan begitu sulit untuk meyakinkan mereka (seseorang yang kita harapkan) bahwa kita memiliki rasa itu kepadanya walaupun penolakan sering di dapatkan. namun ada satu hal yang ingin ku beritahu kepada mu... Tuhan tak mungkin membiarkan orang tua mu begitu saja memberikan namamu yang kau pakai sampai saat ini. dia memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk mu di dalam nama mu itu. maka dari itu, pertemuan ini tak sepenuhnya salah dan gak masuk akal. Tuhan memperkenalkan kita mungkin memiliki maksud. kau jangan salah paham dulu, dengan perasaanya. siapa tau yang kau fikir benar ternyata selama ini salah. dan dia jawaban yang kau cari. orang baru itu.
aku tak mengatakan aku menyukai mu atau tidak, bagaimana mungkin kita bisa menyukai seseorang yang belum pernah kita temui sebelumnya bukan? aku menyadari itu. bukan kah rasa suka dapat muncul ketika seringnya kebersamaan, yang berubah menjadi rasa nyaman dan hinggap menjadi canda tawa serta kebahagiaan. aku hanya ingin mencoba. mencoba sesuatu hal yang baru dalam seni pertunjukan hidupku. yah kau orangnya. aku ingin mencoba kepadamu. tapi kau hanya orang baru, begitupun dengan ku. dan yang lebih sulitnnya aku tidak akan pernah bisa masuk kedalam tempat tersebut tempat mu sudah begitu sesak dan penuh, bagaimana aku bisa mencoba untuk masuk kalau kau saja tak pernah benar-benar mengizinkan orang asing untuk memasukinya.
yah, setiap orang baru memiliki masanya yang berbeda-beda belum tentu ia pengganti sebelumnya, atau yang akan membuat mu terbang akan perasaan senang sesaat. tetapi bagaimana jika memang iya, tapi kau menolaknya? kau ingin tapi kau melepaskannya. bagaimana jika ia yang akan menggantikannya. ah sudahlah terlalu berbelit-belit. orang baru tidak selamanya harus kau jauhi. terkadang kau harus membukanya kembali (hatimu) . tak ada yang benar-benar sengaja. dekat, menjauh, lalu hilang dan kemudian kembali. apakah itu kesengajaan ? ya aku tau semuanya memiliki maksud. cobalah untuk mengerti di situasi seperti ini.
bukannya tidak ingin, hanya saja apa iya harus aku? sendirian ? jika dengan nya saja kau harus move apa bedanya dengan ku? ingin kah ku ceritakan ? betapa keras kepalanya dirimu, mengatas namakan ego dan rasa sakit mu? jika di bandingkan dengan rasa sakit yang kau rasakan memanglah berbeda tapi, mengapa kau seolah ingin tapi tak memperdulikan sekeliling mu. baiklah lupakan. ini hanya ingin ku yang ingin mencoba bukan mau mu.
bukan kah setiap manusia memiliki kebebasannya masing-masing? bukan kah manusia adalah makhluk bebas? tetapi mengapa kau mempenjarakan dirimu sendiri? mengapa kau mengunci hati mu dan menenggelamkan semua itu tepat di dasar alam bawah sadar mu. mengapa kau buang kunci itu seolah kau taakan pernah mau menemukannya? mengapa kau terlalu mengatas namakan ego mu? mengapa tak kau bebaskan dirimu dari penjara yang kau buat sendiri. mengapa kau terlalu terhanyut dengan atas apa yang telah terjadi? dan mengurung dirimu dengan ketakutan-ketakutan yang akan membuat mu diam ditempat. sampai kapan kau akan mengenangnya? sudah banyak waktu yang kau buang hanya untuk terus mempenjarakan perasaan dan hidup mu. bebaskanlah hati mu, ku yakin akan lebih baik dari sekarang.
cobalah untuk lebih berteman dengan perasaan mu sendiri. aku tau ini sudah menjadi keputusan mu. begitupun dengan ku yang tak bisa berbuat apa-apa lagi. semua yang ku usahakan ku rasa percuma bukan. lalu untuk apa lagi? jika kau bisa merelakan dia, ku rasa begitupun dengan ku, aku pun bisa melakukan yang kau lakukan untuk melepasnya. yah.. mungkin masa mu telah habis, peran mu sudah selesai. aku menyerah, entahlah rasanya seperti mau-mau tidak-tidak. memang mungkin sedikit aneh, mengapa aku seolah move tapi sendu?
ada satu hal yang ingin ku ceritakan lagi kepada mu. banyak hal yang belum aku ceritakan kepada mu yang sering ku bilang 'akan ku ceritakan jika kita bertemu nanti' ah terlalu berlebihan bukan kalimat yang baru saja ku tuliskan.
ingat kita tak selamanya harus diam di tempat, tapi bukan berarti seseorang yang selalu sendu akan terus sendu terus menerus bukan? terkadang, ada masa dimana kita masih ingin menikmati masa-masa sendu tersebut agar ketika kita satu langkah lebih berjalan kita tak perlu ber sendu kembali dengan apa yang telah pernah kita lewati. dan biarkan kali ini aku menikmati sesuatu hal yang telah kau ciptakan. aku belum mau beranjak. aku masih mau menikmati sendu ini, entah untuk berapa lama, bumi... haruskah aku melupakan kejadian di bumi itu?