Pelajaran ini benar-benar menguras tenaga bukan hanya itu saja tapi ini otak udah ngebul bener-bener ngebul kaya orang lagi nyate. Rumus yang lebih dari saru harus di gabung menjadi satu walaupun yang di cari hanyalah angka 0 namun yah mau gimana lagi masih mending nemu angka 0 dari pada nilai yang dapat 0.
Ulangan kali ini benar-benar rumit, namun syukur lah semua telah lewaat yah walaupun banyak rumus yang harus di pakai setidaknya semuanya berjalan dengan lancar semoga saja nilainya dapat menggantikan usaha yang udah di perbuat walaupun ga seberapa setidaknya nilai 9 bisa aku kantongin.
"Yase, sini deh?" panggil Reno salah satu teman kelas ku.
"Ada apa?" Tanya ku dari tempat duduk ku.
"Bantuin gw ngerjain ini dong!" ucapnya sembari mengangkat buku yang bertulisan mata pelajaran yang akan di mulai setelah istirahat. Hufftt... Harus bener-bener ekstra semangat nih masalahnya abis ini ulangan Harian lagi dan materinya itung-itungan lagi-__-
"Emang lo blom ngerti yang ini?" tanya gw saat berada di tempat duduknya.
"Engga, gimana sih?"
"Yaelah, kemana aja lau!" ucap ku sembari mencibirnya.
Kelas mulai sepi hanya ada beberapa itupun dapat di hitung dengan jemari dan tempatnya pun menclak menclok ada yang disana dan ada yang disini.
Kebetelun di tempatnya Reno hanya ada aku, dia dan Fano, yah sepertinya lelaki itu juga sedang mencoret-coret angka-angka yang tertera di lembaran kertas berbungkus sampul buku bermata pelajaran sama seperti yang sedang di pelajari oleh Reno. Aku pun mengajari Reno dengan perlahan sampai dia benar- benar mengerti apa yang aku ajari kepadanya. Setelah selesai aku pun kembali ke tempat duduk ku namun ada yang memanggil nama ku sebelum aku benar-benar sampai kemeja ku.
"Yase..." aku pun menengok kearah sumber suara yang memanggil namaku.
"Apa?" tanya ku dan mulai menghampirinya. Dia pun mulai menanya apa yang dia tak mengerti dengan soal-soal yang tertera di buku tersebut, sedangkan aku hanya memperjelas dan membantunya untuk dapat mengerti rumus-rumus apa saja yang di gunakan agar hasilnya dapat seperti itu. Setelah selesai aku pun beranjak kembali.
"Lo beneran suka sama gw?" pertanyaan yang mampu membuat ku berhenti melangkahkan kaki ini untuk menuju mejaku, pertanyaanya sangat pelan namun masih bisa terdengar oleh telingaku karna jarak kita belum terlalu jauh. Aku hanya tertawa saat mendengar ucapan itu yang keluar dari mulutnya.
"Hhahaha, yah engga lah, gw cuma bercanda, buat seru-seruan aja lagi gausah di anggap serius juga kali! Kenapa?" ucap ku sembari tertawa di hadapannya sedangkan dia hanya diam memperhatikan ku.
"Kalau gitu jauhin gw! Jangan ngecengin gw lagi!!" ucapnya dengan tatapan datar suaranya pun pelan namun masih dapat terdengar mungkin karna sedikitnya orang yang berada di ruangan ini.
"Kenapa? Lo ilfill yah?" tanya ku.
"Gw cuma gamau aja nantinya bakal masuk ke dalam permainan lo!" ucapnya lalu beranjak dari tempatnya dan pergi gitu aja masih dengan tatapan seperti itu datar tak bisa di baca ekspresi yang keluar dari mimik wajahnya. Aku hanya memperhatikannya dari belakang sampai dia akhirnya menghilang dari balik pintu.
"..."
"Woi Reno tunggu gw!" senyap-senyap suara yang ku dengar di luar setelah dia menghilang di hadapan ku.
"Gece Daf.." sahut Reno, menjawab ucapan lelaki itu. Lelaki yang tadi mengucapkan kalimat yang aku saja masih mencerna apa maksudnya.