Aku sangka aku sudah benar-benar terlepas dari bayang-bayangnya. Aku sangka sekelilingku sudah mampu menggantikan sosok dia, ternyata aku salah. Rasa itu masih ada, masih tumbuh dan masih beradaptasi dengan hati ini.
Aku sangka aku sudah mampu merelakan semuanya, aku sangka aku sudah mampu melupakannya. Ternyata lagi-lagi aku salah. Dia masih bersinggah di hati ini.
Kau rubah semuanya, rasa yang tak memiliki nyawa menjadi hidup. Rindu yang tak berarti menjadi pecandu. Dan hati yang kosong menjadi terisi. Penuh dengan hal tentang mu. Bukan hanya dirimu tapi kita. Penuh dengan kita.
Praaanggg !!!!
Sebegitu cepatkah.
Kau pecahkan segalanya...
Kekecewaan..
Kesedihan..
Amarah..
Kau begitu cepat merubahnya.. kau hancurkan segalanya..
Cinta itu tak berarti lagi.
Mengapa singgah? Bila kau memutuskan berlayar tanpa ada rasa ingin pulang. Mengapa kau menetap jika kau sempat berfikir ini semua salah. Cinta tak sebercanda itu. Cinta tidak se-sepele yang kau fikirkan. Ini soal hati, hati yang mungkin jika retak sulit untuk di benahi.
Semua telah berlalu. Semua hanya sebuah kenangan. Tapi hari ini, semua terulang kembali di ingatan ku, semua berjalan begitu sempurna dengan kronologi yang begitu tepat di setiap waktunya. Ternyata aku sadar, Bayang-bayang mu belum terlepas dari memory ingatan ku.
Aku sangka aku kuat, aku sangka aku tegar, aku sangka aku hebat. Ternyata aku salah. Selalu salah. Karna tak ada yang benar dalam hal ini. termasuk mencintai mu.
Tepat pukul 23:40pm aku mengakui satu hal. Aku sama sekali belum beranjak dari tempat pertama kita terpisah. Aku masih berdiam dengan menutup kedua mata. seolah menjauh yang berharap kembali.
Bodoh!
Kau membuat cinta itu menjadi kecewa. Kau membuat ku mempercayai satu hal tentang cinta tapi kau juga yang membuat ku mempercayai bahwa cinta itu.. salah
Ins : pukul dua dini hari (mas-aih)