Kamis, 26 Juni 2014

13Pm the series

Hai ??
Sorry kalo gw memulai dengan kata yang sedikit alay, lebay dan sebagainya. Karna sebenarnya gw hanya ingin mencoba menyapa kalian. Terima kasih

Sebenarnya gw bukan anak hiking atau yang sering kita dengar pendaki dan pencinta alam atau apapun itu. Gw menceritakan apa yang pernah gw denger dari sahabat gw karna dia.... Gw ga perlu melanjutkan kalimat tersebut karna kalo kalian memanggap diri kalian pintar kalian dapat melanjutkan sendiri apa kelanjutan dari kalimat tersebut.

Gw sangka sang kapten akan keluar dari komunitas tersebut ternyata engga syukur deh alhamdulilah eh(?) kalo bagaimana kelanjutan cerita cinta mereka gw belum tau pasti karna sahabat gw sendiri belum menceritakan kelanjutan tentang mereka. Dan kali ini gw mau menceritakan petualangan mereka dalam menjelajahi gunung cikuray. Ada yang tau? bagus deh.

~~

Namanya yogi entah mengapa dia selalu membaca bismilah di setiap langkahnya. Inget loh di setiap langka.
"bismilah hirohman nirohim"
"bismilah hirohman nirohim"
"bismilah hirohman nirohim"

"eh lo bisa gak sih gak usah bismilah bismilah melulu, kalo emang mau juga cukup dalem hati lo gak cape apa dri tadi lo bismilah mulu tiap nanjak bismilah tiap langkah bismilah" ujar babeh yang jenuh mendengarkan ocehan bismilahnya tersebut memang sih baik namun tak perlu di ucapkan juga cukup di dalam hati. Kita lupakan hal ini.

Dalam perjalanan menuju puncak kami harus melewati pos demi pos jarak antara pos satu dengan pos lainnya berjarak berkisar 10Km cukup jauh.

Kami memutuskan untuk mendaki pada malam hari kenapa? Karna menurut kami mendaki pada malam hari tidak begitu menguras emosi kenapa? Karna kami hanya dapat melihat tanah yang akan kami pijak tanpa perlu banyak berfikir kapan kami akan sampai di puncak.

Tak mengapa jarak yang bgitu cukup jauh dapat membuat kami jenuh dan letih untuk hanya sekedar mengangkat kaki-kaki kami untuk melangkah lebih lama lagi. Sehingga kami pun tepar di tempat yang kami injak saat ini tak peduli tanah yang basah, suasana udara yang begitu dingin tak dapat mengalahkan rasa letih kami sekalipun jurang yang tajam di samping kiri kami. Rasa letih telah mengalahkan semuanya

Tak selang beberapa waktu kami pun berjalan kembali pada saat di pos dua menuju pos tiga, baru kali itu babeh menangis hanya karna lelah untuk mendaki kembali aku akui gunung cikuray cukup tajam lutut dada dagu kami harus bertemu pada saat bersamaan. Sangat melelahkan. Tapi tak mengapa itu semua terasa hilang saat kami menemukan sekelompok kunang-kunang yang begitu cantik mengikuti langkah kami. Sangat indah dan menawan sungguh indah alam mu Tuhan.

"kunang-kunang nya indah bnget yah"

"iyah"

Kelompok kami berkisar 16 orang
Empat orang berjalan di belakang sisanya ada yang di depan. Satu dari anggota kami berada di tangah biasanya dia bersama vera namun kali ini tidak karna dia sedang halangan itu sebabnya dia harus kami jaga sebelum terjadi hal sesuatu.

Tak lama kami pun menuju puncak rasa letih begitu hilang ketika apa yng telah kami dapatkan di puncak gunung ini. Kenikmatan tersendiri bagaikan hadiah yang sangat indah yang kami dapatkan.

Namanya Marcel dia seorang gadis yang mempunya sixsen(?) entahlah benar atau tidak tuh tulisan. Yg artinya mempunyai kelebihan tersendiri. Setiap di perjalanan menuju puncak tadi ia selalu memberitahu kami untuk mengucapkan permisi dan kami mengikutinya setiap ia berbicara seperti itu.

Setelah kita telah sampai puncak dia menceritakan semuanya. Semua yang terjadi di sepanjang rote. Mengapa Marcel menyruh mereka bilang permisi yah setidaknya mereka sopan akan penghuni yang tinggal di hutan tersebut dan asal kalian tau setiap kita mendaki selalu ramai yang turun kalian tau siapa? Kake tua yang membawa tongkat.

"ah yah mungkin itu pendaki juga kali"

" mana ada pendaki kake kake gila aja luh."

" iyah jug yah"

Dan kalian perlu tau kunang-kunang yang kalian lihat itu sebenarnya bukan kunang-kunang melainkan mata hitam yang besar yang selalu mengikuti kita.

"Aaaaaaarrrgggghhhhhh hiks hiks hiks"

" lo kenapa cel?"

" mereka semua menghampiri gw, aaaaaaahh"

Dan kami pun memutuskan untuk kembali ke tenda perkemahan. Setelah sampai sekitar jam 11 an vera dan marcel belum tertidur lelap dan putra pun baru saja keluar dari tenda sekelebat vera melihat kepala yang muncul di depan pembuka tendanya dan ternyata bukan hanya vera yang melihatnya marcel pun melihat nya juga, vera segera pindah ke tengah-tengah dan bilang kepada temannya yg lain. Namun Marcel dapat menahan mereka semua untuk bertanya-tanya lebih banyak karna "mereka" dalam tanda kutip masih berada di luar tenda mereka.

Ketika kami di perjalanan pulang marcel pun  menceritakan kembali tentang seorang gadis cantik dengan rambut yang badau  dan carilnya(?) entah tulisannya benar atau engga yang intinya tas besar itu sefang menggelayoni lengan dandy salah satu anggota 13Pm dan saat Marcel memperhatikannya gadis tersebut membalas menatapnya dengan tatapan tajam membuat marcel takut untuk melihatnya kembali.

" Lo ngerasa sesuatu ga sih ndy? "

" jujur sih di pos 3 menuju 4 gw ngerasa cape banget " jawab dandy merasa ngeri sendiri mengapa harus dirinya.

" Trus ko kenapa gw yang jadi gelagapan jadi nangis dan kaya orang kecapean banget. " ujar babeh sambil mengingat kembali.

" Karna dia ga suka kalo lo deket-deket sama dandy " sahut marcel.

" yaelah " jawabnya.

" Tapi kan kata lo tadi dia bawa tas caril apa dia pendaki juga?"

" kayanya sih gitu pendaki yang hilang "

" Oh iyah sebelum kita daki gw sempet searching tentang gunung cikuray gw buka blognya siapa gitu kalo gak salah mita apa gitu dia bilang kalo ada gadis perempuan yang hilang di gunung itu "

" yah mungkin bisa jadi dia "

" iiihhhh " semua pu  bergidik ngeri.




D A N .........

Ternyata sudah sampai sekian certa yang saya dengar, dan yang dapat saya tulis. Maaf kalo ada yg salah. Kapan-kapan kalo dia cerita kembali ke gw. akan gw ceritakan kembali kepada kalian. Wait my story anymore

Tiyas