Rabu, 15 Juni 2016

ketika masa

Aku seorang wanita yang gampang menjatuhkan hati. Entah mengapa aku juga merasa bodoh dengan kelemahan ku satu ini. Ketika aku melihatnya, perasaan itu biasa saja. Sampai berjalannya waktu ada sesuatu yang menggelitik di bagian hati ini. Ternyata benar tidak ada persahabatan yang berjalan lancar antara lelaki dan wanitea tanpa adanya perasaan yang lebih di salah satunya.


Dia teman baik ku, dia selalu mau mendengarkan ocehan ku, dia selalu memberikan solusi kepada ku, dia selalu menghiburku. Dia teman baik ku.


Lelaki itu, dia datang tanpa kuduga. Mencoba merebut hati ku dalam diam. Pesannya mampu membuatkan seulas garis senyum di bibir ku. Dia kah punya ku dalam miliaran orang di bumi ini? Bahagia? Tentu saja aku bahagia akan kehadirannya. Tapi.... se semukah ini tuhan.. apa aku hanya dapat memilikinya dalam sebuah khayalan? Benarkah dia mencintai ku?
Apa aku salah jika aku mempunyai perasaan lebih ke seseorang yang diam-diam menyerusuk ke dalam pikiran ku akhir-akhir ini? Apa aku salah jika aku merasakan bahwa ia juga mempunyai rasa yang sama seperti ku?  Atau sebenarnya aku salah?


Kuceritakan semuanya ke teman baik ku. Galau, pusing, nangis, bingung semuanya jadi satu. Dia memberikan ku solusi, "kau punya pilihan" satu kalimat yang aku ingat.


Ku coba untuk melupakannya, menyibukan diri tanpa membalas pesannya. Rindu? Sepertinya begitu namun harus kah aku kembali? Aku rasa tidak karna itu hanya akan membuat ku luka.


Hari-hari selanjutnya aku di temani oleh teman baik ku, canda tawanya menghilangkan rasa rindu ku terhadap lelaki itu. Nyaman dan merasa di pentingkan adalah sesuatu yang ia berikan kepadaku. Dan ternyata tanpa aku sadari ini lebih dari kata bahagia.


Luka itu telah ia obati tanpa aku sadari.. dan lagi-lagi aku merasa bodoh dengan kebiasaanku. Entah sejak kapan rasa itu tumbuh. Percayalah aku tidak pernah merencanakan ini semua. Rasa itu tumbuh dengan sendirinya dan kenyamanan.


Harus kah aku mengungkapkannya...


"Bal.. thank ya buat semuanya"


"Yaampun Rin, santai aja kali"


"Bal, salah ga kalau gua punya rasa lebih ke lu?"


"Uhuuk! Maksudnya?


"Gua suka lo.."


"..."


"Gua tau mungkin lu ngiranya ini hanya pelampiasan tapi gua bener-..."


"Maaf Rin, ada orang lain yang Gua cintai"


"..."


"Maaf kalo selama ini mungkin lu berfikir lebih atas sikap gua, tapi jujur gua cuma mau bantuin lu karna lu teman gua, gaada perasaan lebih"


"..."


"Maaf"


Seketika aku merasa benar-benar bodoh. Apa yang udah aku lakukan.. malu sekali tuhan...
Setelah itu aku pergi meninggalkannya,  tak lama handphone ku berdering dan muncul sebuah nama yang akhir-akhir ini mulai membuat ku membuka hati ku kembali.


BALQIS.. Calling


Brruuukkkkk!!!


"Maaf-maaf mba.." ucap lelaki itu. Aku pun segera merenggut handphone ku yang hampir terlepas dari gengaman ku.


"Rini..." ucapnya lagi. Sontak membuat ku menengok kearahnya dan aku kaget ketika aku melihatnya.


Dia.. kembali..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar