Dear someone...
Awalnya hidup ku masih sama seperti kemarin-kemarin. Berharap bahagia dan lebih baik dari sebelumnya. Perasaan ku? Masih sama, menunggunya! bahkan berharap ada sedikit respon yang ia berikan kepadaku. Setiap hari selalu begitu. Bosan? Jenuh? Mungkin iyah, tapi aku menjalani itu semua dengan kebahagiaan. Tapi mengapa ada kata bosan dan jenuh bila sudah ada kata bahagia. Aku bosan dan jenuh karna harus melakukan aktivitas yang sama di setiap harinya dari bulan ketemu bulan dari minggu ketemu minggu dan dari pagi ketemu pagi.
Cinta? Entah mengapa sampai detik ini aku tak percaya dengan kata satu itu. Kata yang mampu membuat orang menjadi gila, galau bahkan merasakan sakit yang sulit untuk di sembuhkan. Aku tak mengharapkan ia datang di kehidupan ku. Dan aku lebih menyukai synonim nya "Suka". Sering aku mengalami kata kedua itu namun hanya sekedar itu dan sulit untuk mengartikan lebih lanjut. Sampai dia datang, entahlah aku tak mengenalnya siapa dia. Sampai suatu hari perkenalan itu berjalan lebih jauh sebelum kami bertemu. Sifatnya kadang membuat aku ilfill terhadapnya. Kepedulian yang ku anggap berlebihan yang mungkin bagi "Mereka" itu wajar.
Sampai suatu ketika dia menyampaikan hal itu bukan hanya sekali. Tapi sulit bagi ku untuk mempercayainya aku belum siap untuk menerimanya. Menerima status yang nantinya akan ku jalani. Dia belum mengenal ku lebih jauh dan aku belum mengenalnya, mungkin itu alasannya. Dan aku tidak ingin merasakan sakit lagi untuk kali ini. Dia membuat ku nyaman walaupun aku tak pernah memberitahukannya. Mungkin perhatiannya itu yang membuat ku nyaman. Dan aku menyebut dia dengan sebutan "BONUS" , yah bonus yang diberikan Allah untuk membuat ku bahagia tanpa melupakan bahwa bonus itu akan habis bila sudah masanya.
Dan kini kau pergi, aku tak melarang mu karna aku tau saat itu akan tiba, dan kini sudah saatnya. Terimakasih untuk semuanya. Untuk ucapan selamat pagi yang selalu kau berikan padaku. Terimakasih kau telah membuat ku nyaman dan terimakasih untuk senyuman dan kebahagiaan yang kau ciptakan sampai detik ini. Untuk mu yang datang lalu pergi....
Apa kabar? Baik, yang berujung kerinduan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar