Tanggal 22 Desember selalu identik dengan "Hari Ibu" nya dimana semua anak berlomba-lomba menangis di depan sang bunda sembari mengalunkan sebuah kalimat yang menurutnya mungkin tak seberapa dengan pengorbanan sang bunda. Begitupun dengan ku saat ini, tak ada benda ataupun kalimat istimewa yang aku ucapkan hanya sebatas kalimat "Selamat Hari Ibu Mah" yang ku lontarkan kepada mama ku yah hanya itu saja.
Aku punya sebuah cerita seorang ibu dan anaknya yang mampu membuat ku kagum melihatnya. Setiap aku berangkat sekolah aku selalu melihat mereka di jalan, tidak mereka tidak sedang mengamen mereka juga tidak sedang berjualan koran. Yang aku lihat adalah seorang ibu paruh baya yang memboncengi anaknya sambil mengayuh sebuah sepedah. Anaknya bukan berumur 5tahun ataupun sepuluh tahun tapi dia berumur 17tahun yah sekitar kelas 3SMA ataupun 3SMK. Tak ada rasa malu atau pun risih yang anak itu rasakan tak peduli motor, mobil itu berjalan melewati dengan lebih cepat dari sepedanya bahkan ia malah tersenyum sambil memeluk pinggang sang ibunya. Begitupun dengan sang ibu tak ada mimik wajah lelah, cape, atau pun kesal untuk sekedar mengantar anaknya kesekolah, ia malah tersenyum dan sesekali mengelap keluh yang berada di keningnya yang terlihat mulai sedikit keriput. Jika ditanya beratkah? Iyah mungkin berat tapi tidak bagi untuk mengantarkan anaknya menjadi anak yang berhasil. Kenapa tidak sepeda motor? Jika mampu mereka pun akan membelinya tapi adahal yang lebih mereka butuhkan di setiap harinya ketimbang mereka membeli sepeda motor.
***
'Seminggu lagi adalah hari ibu, aku memang tak bisa membelikan benda yang mewah untuk ibu tapi setidaknya uang jajan hasil kumpulan ku cukup untuk memberikan ibu sesuatu'. Guman gadis ini, ia bernama Tiara. Gadis yang pintar dan di sayangi oleh teman-temannya. Sifatnya yang baik dan dan sopan membuat ia memiliki banyak teman. Ia hanya tinggal bersama ibunya, ayahnya telah lama meninggal ketika sedang berlayar menuju provinsi Aceh yang saat itu sedang terjadi tsunami besar disana dan kini hanya ibu yang ia miliki satu-satunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar