Masih jelas dalam ingatan ku apa yang terjadi di hari ini, sudah beberapa hari ini pikiran ku selalu di penuhi hal-hal yang tak pernah ku mengerti sebelumnya, dia -Lelaki- itu terus saja tak pernah mau pergi dari tempat yang kini selalu membuat ku berfikir lebih keras. Lelaki yang kadang aku sendiri jenuh untuk selalu memikirkannya namun pikiran dan hati ini tak pernah menyatu untuk hal seperti ini sungguh menyedihkan.
Malam ini aku hanya bisa diam di temani secangkir coffee yang berwarna hitam pekat, entah sejak kapan rasa coffee ini terasa pas di lidah ku, dan menjadi salah satu minuman kesukaan ku. Mungkin rasa pahit yang membuat ku nyaman akan kehadiran rasa baru di lidah ku.
Pernah ku bertanya kepada diriku sendiri, sebuah pertanyaan yang kuambil dari sebuah film Rectoverso "Apayah warna bola matanya" ingatkah kalian akan pertanyaan itu, yah sebelumnya aku telah menuliskan tentang itu dan akan mencari tau jawabannya dan kini aku telah menemukan jawaban itu sendiri, jawaban yang sebenarnya tak ku duga jika aku akan menemukan jawaban dari pertanyaan itu.
Warna bola matanya bukan coklat muda, bukan juga coklat pekat, tetapi hitam. Lelaki itu memiliki bola mata berwarna hitam. Aku mengetahuinya saat aku berada di dekatnya dan saat aku sedang memperhatikannya sama halnya seperti di film Rectoverso, entah mengapa cerita tersebut terjadi di kisah yang ku alami saat ini.
Lelaki yang mempunyai nama lengkap Muhamad Dafano Putra Irwansyah membuat ku pusing akan keadaan ku saat ini, aku takut jika nantinya aku akan masuk kedalam zona tak aman. Zona yang dari dulu tak ingin aku memasukinya apalagi menjalaninya, karna zona ini adalah zona menyedihkan bagiku.
Aku takut jika tebing masa lalu akan terbuka kembali dan akan membuat kisah yang tak pernah ku harapkan sekalipun, dimana saat salah satu dari dua jenis insan berpegang teguh kepada keyakinan hatinya bahwa ia benar-benar sungguh menyukainya, yang pada akhirnya Tuhan mempunyai rencana yang berbeda.
Hari ini bentar lagi akan berakhir, jam menunjukan pukul 23:00 satu jam lagi akan menunjukan pukul tepat 12 malam. Tapi rasanya lama sekali menunggu walaupun satu jam, aku ingin hari ini cepat-cepat berakhir apalagi bila harus mengingat kejadian itu, yang membuat ku... Entahlah aku juga tak mengerti.. Intinya aku ingin cepat-cepat hari ini berakhir dan aku ingin mengakhirin hari ini dengan meminum secangkir coffee dan ritikan suara hujan yang ku dengar dari atas atap loteng ku.
**
"Yase Gw pengen ngomong sama lo"
"Oh yah gw juga ada yang pengen di omongin sama lo" ucap ku menghampirinya.
"Yaudah lo duluan aja!" suruhnya.
"Soal itu gw cuma bercanda, gak beneran ko, jadi gak usah di anggap serius biasa anak-anak mah emang rese" ucap ku sembari tersenyum ke arahnya, namum dia hanya diam.
"Bagus deh kalo gitu, oh yah gw cuma mau bilang dan nyuruh lo buat ngejauh dari gw, jangan pernah ngelakuin itu lagi ke gw, gw risih sama semuanya!!"
"..."
"Oh yah dan lo bilang ke semuanya dengan di perjelas kalo lo cuma bercanda!! Biar mereka ngerti!!"
"Tanpa lo suruh gw udah ngelakuin itu, oh yah ok gw bakal ngejauh dari lo tenang aja ko, dan gw gaakan ngelakuin itu LAGI di depan lo, sorry juga kalo gw ngebuat lo risih akan sikap gw ke lo!"
"Bagus deh kalo lo ngerti!!" ucapnya lalu pergi meninggalkan ku di tempat ini. Dada ini rasanya sesak, ku rasakan mata ku perih dan panas yang kuyakini sebentar lagi akan mengalirkan sebuah sungai kecil tanpa ku kehendaki sebelumnya.
Dia, Fano lelaki yang sesungguhnya telah memikat perhatian ku baru-baru ini, dengan lembut namun menyusuk ia bicara seperti itu di depan ku, tau kah kau apa yang ku bilang kepadamu barusan, tentang kalimat yang tercantum kata BERCANDA di dalamnya, sesungguhnya itu tak benar, karna apa? Karna aku terlambat untuk mencegah diriku sendiri agar tak masuk ke Zona tak aman bagi ku dan aku telah memasukinya.
Sepertinya hujan di depan mulai deras... Semoga saja tak menyebabkan genangan air yang berlebihan di jalanan. Ku harap kalian tau maksud ku.
Tiba-tiba handphone yang berada di depan ku berdering, ku melihat ada sebuah pesan tapi dari nomor yang tak ku kenal sebelumnya.
1Massage
081657******
Kalo emang lo gak ingin menyukainya namun lo udah masuk ke Zona gak aman lo itu, mau gak mau lo cuma punya 2 pilihan. Yang pertama lo mundur dengan hati terluka, yang kedua berjuang mencoba meyakinkannya walaupun Nihil akhirannya. Itu sih terserah lo aja, karna keputusan ada di tangan lo sendiri.
Setelah sms itu ku baca, henset yang kupakai di salah satu telingaku, memutarkan musik yang sudah ku setel sebelumnya lewat handphone ku.
Aku bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku meski kau tak cinta kepadaku.. Beri sedikit waktu.. Biar cinta datang karna telah terbiasa..
Aku diam mengamati lirik demi lirik yang di ucapkan oleh sang vokalis. Entahlah pikiran dan hati saat ini sedang tak balance. Tiba-tiba saja jemari-jemari ini mengetik sebuah abjad yang langsung di sent ke nomor itu.
To : 081657******
Gw pilih yang ke-2
Setelah ku yakin pesan ku telah terkirim aku pun meminum kembali coffee milik ku dan menikmati alunan lagu yang saat ini mungkin sedang mewakili perasaan ku.
Tunggu... Nanti kau akan tau apa yang akan ku lakukan untuk mu
Muhamad Dafano Putra Irwansyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar