Kata orang cinta itu indah, cinta itu membahagiaakan, cinta itu saling melengkapi tapi bagaimana dengan cinta yang tak sama, apa mereka tetap bisa saling melengkapi?
Ada yg bilang kalo cinta itu menyatukan perbedaan, apa mereka yg berbeda keyakinan bisa di persatukan oleh cinta?
Mereka yah sebut saja Mario dengan safira. Seorang sahabat yang diam-diam saling menyukai satu sama lain. Saat mereka menginjak masa-masa smp mereka telah menjadi sepasang kekasih namun kandas di tengah jalan. Dan sekrang mereka telah dewasa memasuki masa SMA, rasa sayang, cinta dan perasaan saling ingin memiliki lagi terpancar di wajah mereka namun rasanya berat kali ini, ada yg berbeda saat pertama kali mereka jadian. Kali ini sangat sulit untuk menyatakan perasaan itu sang perempuan telah memikirkan perbedaan rasis.
Mario hanya diam ingin sekali ia menjadikan Safira sebagai kekasihnya lagi namun ia sadar apa Safira akan menerimanya kembali dengan status persahabatn yg mereka buat setelah tak lagi menjadi sepasang kekasih. Dan ia tak yakin apa Safira masih memiliki perasaan yg sama seperti dulu kepadanya.
Untuk selalu bersamanya dan selalu melihat tawanya saja itu sudah membuat ku bahagia, aku senang saat dia selalu certa kepada ku dan menjadikan aku sandarannya namun ada rasa sakit yang terbesit saat ia menangisi seorang lelaki yg telah menyakiti hatinya. Atau bahkan hanya bercerta bagaimana hatinya bahagia saat ia kembali dengan sang kekasih Riko, teman satu sekolahnya. Aku sangka aku kan bisa mendapatkan hatinya kembali seperti dulu dengan selalu ada di sampingnya, bukan kah cinta akan terjalin bila kita saling bersama namun ternyata salah.
Kini aku mengetahui bahwa Safira masih memliki perasaan yg sama kepada ku namun ada yg menghalangi kami, Benteng yah. Perbedaan Rasis, selama ini aku tak pernah memperdulikan hal itu bahkan tak pernah memikirkannya namun dia, Safira ia selalu terbebani oleh rasis tersebut. Ia tak ingin menyakiti perasaan ku namun tanpa dia sadari ia telah menyakiti perasaannya. Perasaan kami terpenjara dengan sendirinya. Tak ada yg memulai, hanya diam, dengan pemikiran masing-masing.
Apa itu salah satu alasan Safira menjalin kasih dengan Riko.
Safira percayalah cinta mu masih terjaga dengan baik di hati ini. Aku merelakan kamu dengan yg lain asalkan itu bisa membuat mu bahagia. Maaf karna telah menyakiti perasaan mu dengan kejadian ini, seandainya perbedaan itu bisa di musnahkan aku berjanji akan menjadi kekasih yg terbaik untuk mu. Namun aku sadar bahwa "perbedaan dapat menyatukan cinta" hanya lah isu dan perbedaan kita bukanlah perbedaan yg seperti kalimat di atas. Perbedaan kita sangat lah berbeda. Aku mencintai mu.
Tuhan mengapa begitu sakit perasaan ini, mengapa begitu sulit untuk ku mengelaknya, mengapa tak semudah sperti dulu. Aku seperti terpenjara yg tak bisa lari kemana pun, yang tak bisa berpindah tempat sesuka hati ku. Dirinya terlalu sulit untuk pergi dari hati ku.
Mario lelaki yang baik, dia selalu ada untuk ku, namun aku sadar itu gak mungkin aku tak mau menyakitinya juga menyakiti perasaan ku. Misi kita beda, visi kita beda, dan... Keyakinan kita pun berbeda.
Kau orang yang selalu membuat ku tertawa bahkan kau orang yang selalu membantu ku saat aku mempunyai masalah, aku ingin kita seperti dulu tapi... Aku rasa takan pernah terjadi. Maafin kalau perkataan ku mungkin sedikit menyinggug perasaan mu.
Persahabatan ini, aku rasa cukup, dengan kau menjadi sahabat terbaik ku, aku telah merasakan kebahagiaan.
"Safira, aku mau ngomong sesuatu sama kamu"
"Ada apa yo?"
"Apa perasaan mu kepadaku masih ada?"
"Maksudnya?"
"Aku mau kita kaya dulu,"
"Aku rasa bersahabat lebih baik"
"Tapi... Aku cinta sama kamu"
"Aku juga cinta sama kamu yo, tapi aku gak bisa.. Aku islam kamu tau itu kan. Aku gak mau kita saling memiliki yang akhirnya menyakiti perasaan satu sama lain"
"..."
"Aku harap kamu mengerti"
Entah mengapa aku bisa berkata seperti itu kepada Rio yg tanpa aku sadri bahwa aku telah menyakiti hatinya. Setelah kejadian itu entah mengapa aku sedikit berjaga jarak dengannya Maaf.. Maaf..
Dear Rio
Rio... Menyukai seseorang itu wajar. Ku hargai ketulusan cintamu. Jujr dari hati yang paling dalam aku juga menyukai mu tapi aku sdar itu gak mungkin. Aku tak sengaja pernah membaca di sebuah artikel, jika cinta beda agama sulit untuk bersatu. Aku gak mau salah satu diantara kita menyesal nantinya. Jika kau bilang aku menjauh itu benar karna aku gak mau... Ah sudahlah.
Rio kau kecewa? Aku juga sama, kita memang tidak bisa bersatu mungkin hanya lewat jembatan persahabatan lah kita bisa menjalani semuanya. Kau tetap akan menjadi sahabat ku.
Apa kau tetap menganggap ku sebagai sahabat mu?
Aku ingin kita melupakan kejadian itu dan mulai kembali dari awal dalam status 'Sahabat'
Kau sangat baik, kau lelaki yang sangat baik yang ku kenal jangan membuat aku untuk terus menerus menyakiti mu. Semoga kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari pada aku.
Aku menyayangimu...
Aku menyukaimu...
Aku mencintaimu...
Sebagai teman, sahabat dan kakak lelaki ku. Semoga harimu indah... Kau pelangi di malam hari ku yang tak mungkin ku dapatkan
Your sincerely
Safira.
***
Cinta beda agama memang menyakitkan namun setidak nya mereka pernah untuk saling memiliki pernah untuk saling mencintai. Cinta yang menyedihkan adalah cinta tak pasti. Tak ada jawaban dari cinta itu, namun tak ada penolakan.
Sedikit kalimat yg pernah gw baca di sebuah artikel.
Mario, Safira. Dua orang yang memiliki kisah yg mungkin sangat sulit untuk mereka berdua. Bagaikan romeo dan juliet namun apa itu artinya mereka harus merelakan nyawa mereka agar mereka abadi di surga.
Pemikiran yg bodoh.!! Percayalah Tuhan telah memberikan pendamping untuk kalian jika Rio adalah jodoh ify atau pun sebaliknya kalian akn di beri jalan namun jika klian tak berjodoh itu artinya Tuhan sedang merencanakan orang yg terbaik untuk kalian masing-masing. Percayalah!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar