Kehadiran mu, merubah segalanya. Kesepian ku sengaja kau buang dengan adanya kehadiran dirimu. Kebahagiaan begitu pekat menyinari ku saat ini. senyum, tawa mu membuat hari ku lebih berharga. Begitu sempurnanya diriku kau miliki.
Kau memberikan arti cinta yang sesungguhnya. Mengajarkan arti kesetiaan dan kesungguhan dalam menentukan pilihan. Kau memilih ku, begitupun dengan diriku yang telah memilih mu.
Kau membuat hidup ku menuju jalan yang lebih baik. Cinta dan kasih mu begitu tulus untuk ku dapatkan. Sekali lagi kau merubah hidup ku menjadi penuh dengan warna.
Hari terus berlalu. Begitupun dengan kita. Sudah banyak hari yang telah kita lewati bersama. Tak terasa 4 kali pertemuan di awal tahun kita jalani bersama. Tetaplah menjadi seseorang yang spesial di hidup ku.
Hari itu, kau mendatangi rumah ku bersama orang tua mu. Kau melamarku, bahagia kah? Tentu aku bahagia. Aku tak menyangka akan sejauh ini bersama mu.
Rasa jenuh? Ah tak usah kau tanya, rasa itu sering menghampiri ku, tapi... Ketika jauh dari mu. Ah iya aku lupa itu bukan jenuh melainkan rindu. Maaf kan aku yang salah ucap. Aku mencintai mu.
Tinggal menghitung bulan kita akan bersama dalam status yang berbeda. Apa kau telah menyiapkan semuanya untuk ku? Ah aku lupa, kau begitu penuh kejutan dalam hal apapun. Aku yakin kau telah merakit rencana semuanya untuk ku. Aku mencintai mu lagi.
Yang pada akhirnya, kalimat itu terlintas.
"Kau fikir Dirimu siapa? "
Kau mendatangi ku, mengajak ku jalan dan membelikan makanan yang menjadi kesukaan ku. Ah aku begitu mencintai mu lagi. Tapi... Siapa dia?
"aku mau memberitahu mu sesuatu hal, aku minta maaf. Tapi kita harus sudahi semuanya" ucapnya.
"tapi kenapa? " tanya ku.
"Aku telah membuahi wanita itu" ujarnya kembali.
Kau tau apa yang ku rasa saat itu? Aku seperti seseorang yang sedang menyusun sebuah puzzle yang berbentuk sebuah gedung, mungkin menara, atau mungkin sebuah istana dan ketika bangunan itu akan kelar dengan satu sentuhan lagi tiba-tiba seseorang datang dengan menyenggolkan lengan ku dan hancur seketika. Bangunan itu hancur, berantakan, tanpa bentuk, menghancurkan tanpa rasa.
"Ah aku tau, kau sedang mengerjai ku kan? " ucap ku tertawa.
"Ana, dengarkan aku. Maafkan aku, tapi aku serius. Aku akan menikahinya" ujarnya dengan menunjuk wanita di sebrang.
"Pesan aku cuma satu, jadilah pelita dikala redup hati mu, saat aku tak mampu menerangi gelap mu, dan teruslah melangkah walaupun aku tidak berjalan disamping mu, hingga dirimu pun berlabuh diakhir ujung jalan mu" ucapnya.
Praaak...
*****
Semuanya sudah berlalu. Aku sudah mulai berdiri dengan kedua kaki ku kembali. Disini lah aku sekarang. Bersama mereka. Bernyanyi, di depan orang banyak dengan di temani perasa coffee. Cafe ini lah yang membuat ku bangkit kembali. Bernyanyi, mengibur mereka yang datang ke cafe ini.
"boleh aku meminta sebuah lagu untuk kau nyanyikan? " ucap seorang gadis dengan wajah sendu, atau mungkin sedikit marah.
"tentu, kau bisa memintanya" ujar ku.
"aku ingin seseorang menyanyikan lagu jar of heart" ujarnya. Seketika semua waktu berhenti.
"kekasih ku, dia memutuskan hubungan kami karna dia lebih menyukai gadis lain. Dia begitu sangat membuat ku kecewa ketika aku benar-benar sedang mencintai nya" ujarnya dengan penuh kekecewaan.
"dan apa kau tahu? Tadi dia menemui ku dan berbicara bahwa dia menyesal, bahwa dia ingin kembali lagi dengan ku. Dan kau tau apa yang dia lakukan? Dia mencium ku, ketika semua rasa telah hilang. Dia fikir dia siapa?!" ujarnya penuh dengan emosi.
Dia fikir dia siapa...
Kau fikir dirimu siapa...
**
"Ana, tunggu. Aku minta maaf dengan mu. Aku sunggu menyesal. Dia menjebak ku. Dia ingin membuat kita terpisah. Ana aku mencintaimu" ujarnya.
"Kau gila. Kau telah menghamilinya. Dan saat itu kau telah mengakuinya dan apa-apaan sekarang? Kau ingin mengelaknya? Menyalahkan semuanya kepada dia? " ujar ku.
"Aku sungguh tak sadar melakukan itu semua"
"Dan apa kau juga tak sadar ketika kau mengakui semuanya di hadapan ku?" tanyaku menatapnya dengan penuh kebencian.
"Kau fikir dirimu siapa?" ucap ku.
"Kau fikir semuanya hanya lelucon?" tanya ku.
"Kau fikir saat itu hanya aku yang kecewa? Kau tau siapa saja yang telah kau kecewakan? Apa itu karna ketidak sengajaan juga? Hey! Bukan seperti ini jika kau ingin mempermainkan perasaan" ujar ku lalu beranjak pergi.
Lalu dia menarik ku, menarik ku kedalam pelukan rengkuhannya. Sungguh aku merindukannya, tapi aku tidak bodoh. Aku melepaskannya. Tapi lalu dia mencium ku.
Praaaak
"Kau fikir dirimu siapa!" ujar ku dengan menamparnya untuk yang kedua kalinya.
"Kau fikir aku akan luluh? Kau tak tau gimana perasaan ku saat itu. Kau tau apa yang dia lakukan kepada ku? Dia menceritakan semuanya. Semua yang kalian lakukan di malam itu. Tak punya rasa malukah kau, Jika sekarang kau bilang itu semua ketidak sengajaan? Dimana akal sehat mu? Kau fikir aku akan kembali? Kembali kedalam pelukan mu, Kembali kedalam kehidupan mu? Jangan harap. Karna ketika saat aku menamparmu ketika itu, aku telah meruntuhkan semuanya dan memilih untuk meninggalkan semua hal tentang dirimu" ujar ku tak ku sangka air mata ini sedikit jatuh.
"jadi sekarang lebih baik kau pergi dari sini dan jangan pernah muncul di hadapan ku kembali. Karna kau bukan siapa-siapa di kehidupan ku kini" ujar ku menyelesaikan semuanya lalu pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar