Ketika aku mulai menyadari
Ketika rasa mulai menghampiri
Tak pernah aku duga akan jatuh kepadamu..
Aku tak bisa berkata jujur akan perasaan ku. Aku tak bisa mengungkapkan isi hati ku untuk mu. Aku tak bisa mengucapkan aku menyukai mu tapi... coba lah lihat aku, maka kau akan tau ada seseorang yang menunggu mu, ada seseorang yang mencintai mu dengan tulus. Aku.
Rasa ini tumbuh dengan sendirinya tanpa bisa aku bendung, tanpa aku tau bagaimana cara menghentikannya. Ia seperti air mengalir bahkan semakin deras namun sayangnya ia selalu bermuara ke dataran rendah atau bahkan harus jatuh melewati terjunan.
Kau, fardi, atau Angin...
Apa perlu ku sapa kau Angin.
Ini semua seperti angin. Cinta ini seperti Angin dan kau seperti Angin.
Kau ada di sekeliling ku, aku bisa merasakan kehadiran mu, tapi aku tidak bisa sepenuhnya memiliki mu...
Angin seperti udara yang bukan hanya aku yang membutuhkannya..
Begitupun cinta...
Love is like air...
Cinta seperti udara, ia dapat menerpa kita, ia bisa menyentuh kita, ia bisa kita rasakan, kehadirannya, kedatangannya, namun ia tak bisa kita sentuh, tak bisa kita lihat, dan... ini lah yang paling aku benci, ia datang lalu pergi..
Harus kah aku jatuh kembali? Haruskah aku jatuh lagi? Lagi? Dan kembali?
Haruskah aku jatuh hati kepada orang yang salah lagi?
Haruskah aku jatuh hati kepada orang yang salah, kembali?
Dear Fardi...
Aku gatau harus memulainya dari mana, entah apa yang telah kau buat sampai kau begitu mempunyai kharisma di pandangan ku.
Rasa suka, sayang yang ku punya untuk mu, mampu mengalahkan rasa yang begitu sakit aku rasakan.
Aku tau jika mencintai mu itu salah, namun jangan salahkan aku yang telah menjatuhkan hati ku kepada mu. Karna aku tau tak ada yang benar dalam ini semua.
Cinta.. Cinta.. Cinta.. dimana keadilan cinta itu.. katakan pada ku, beritahu kepadaku.
Pertama dia, lalu kau, dan siapa lagi? Siapa lagi yang akan menyakiti ku? Siapa lagi yang akan singgah lalu pergi meninggalkan ku.
Fardi... sadarlah, sadarlah, sadarlah, aku disini, membicarakan mu setiap hari, menyebut nama mu setiap hari, dan mengagumimu setiap detik.
Tak pernah jenuh menceritakan semua tentang mu, mencari tau tentang mu dan mencoba mendalami mu..
Kau.. kau.. kau.. buat aku seperti orang bodoh, percaya akan kekuatan cinta, percaya akan takdir cinta, percaya akan kebahagiaan cinta yang ku yakini aku tak akan mendapatkannya dari mu.
Lihatlah aku, anggap lah aku seperti mereka, dan.. cobalah mencintai ku. Setidaknya cobalah berdekatan dengan ku seperti yang ku lakukan kepada mu.
Tolong lah jangan membuat ku membuang-buang waktu untuk memikirkan hal yang gila dan meninggalkan yang telah aku mulai. Aku telah menjatuhkan hati ku untuk mu dan ku mohon jangan biarkan itu pecah kembali. Atau nanti akan ada yang hilang, senyum, tawa, atau mungkin mati rasa..
Kau...
Aku mencintai mu dalam diam ku, dalam sepi ku, dalam lamunanku. Sadarlah atau enyahlah dari fikiran ku.
Teruntuk mu dari hati ku
Fini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar