Ada puisi yang ingin bercerita tentang mu saat ini. Tanah yang tabah di genangi basah. Tentang rindu yang meluap hampir tumpah.
Karna kita adalah ciptaan Tuhan, maka izinkan aku mencintaimu dengan caranya. Jangan paksa aku.
Perkenan aku mencitaimu dalam diam.
Cinta adalah kumpulan paradoks membingungkan maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan.
Makasih atas waktu yang pernah aku lewati dengan canda mu, tawamu dan hal-hal yang menyangkut paut tentang mu. Aku gak tau sejak kapan kau mulai memendam perasaan mu untuknya. Dan jika memang mereka telah mengetahui terlebih dulu ketimbang aku yang menunggu itu semua, mengapa mereka membuat ku bertahan kembali saat semuanya telah ingin aku selesaikan. Maaf jika aku menyebut kata 'mereka'disini.
Makasih buat mereka karna ini semua karna mereka yang membuat aku berusaha untuk menutupi semuanya. Dan untuk mu sahabat ku. Jika aku telah menemukan sayap yang baru, apa kau akan percaya?
Karna sesungguhnya tak ada sayap yang baru yang ada hanya sayap usang yang berusaha tetap menjadi sayap yang sempurna.
Aku menyukai menulis aku berharap suatu hari bisa menjadi penulis seperti mereka.
Aku senang membuat sebuah cerita bahkan sebuah kisah. Dan saat aku mengalami ini dalam hidup ku harus kah ku sedih? Tapi mengapa? Bukan kah aku sering membuat kisah seperti apa yang ku alami saat ini. Dan aku mampu menyelesaikan kisah tersebut yang artinya aku bisa melewati ini semua seperti apa yang pernah ku tulis walaupun aku tau hasilnya tidak akan se-sempurna yang pernah ku tulis.
Tapi taukah kalian tidak semua penulis dapat melakukan hal apa yang pernah mereka tulis karna yang mereka tulis saat itu hanyalah kegiatan yang mereka sendiri tidak akan menyangka bahwa mereka akan mengalami hal itu sendiri.
Kemarin aku sempat bertanya. Bertanya kepada diriku sendiri kapan ini semua akan berakhir dan bila berakhir akan seperti apa akhir ini semua, aku juga sempat menulis sebagian hal yang pernah ku alami saat aku bersama mu karna aku berniat ingin menjadikanya sebuah kisah cerita namun aku membuat seolah ada orang lain yang tak ingin di sebutkan identitasnya yang menyuruh ku untuk membuat kan kisah yang hampir sama dengan apa yang ku alami. Namun kisah itu putus di tengah jalan ketika semuanya telah berakhir.
Marah? Untuk apa aku cukup bahagia dengan apa yang terjadi saat ini.
Awalnya ingin aku hapus semuanya. Ingin ku buang buku itu melupakan semuanya namun untuk apa melakukan itu semua toh gak akan membuat dia hilang dari pandangan ku karna kita berada di dalam satu lingkaran yang sama.
Dan berfikir menjadikan semuanya sebagai 'Kenangan' yang kapan saja bisa ku ingat tanpa harus menyakiti diriku sendiri untuk melupakannya.
" I dont forget u and i will u be Memmory "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar