Hey, kau seorang pengkhayal? Mau kah kau berkhayal dengan ku, kita berkhayal dengan imajinasi kita sendiri, memikirkan apa yang kita baca di setiap kata yang tertera di layar ponsel mu atau pun laptop mu saat ini atau mungkin dengan lembar-lembaran kertas . Kita mulai yuk.
Aku ingin memberi tahu kalian terlebih dulu, saat ini aku sedang berada di pinggir laut. Apa kah kau juga sama? Jika tidak, bayang kan dengan ku kalau kamu berada di pinggir laut sama seperti diriku. Pejamkan mata mu sejenak, hirup udara di sekitar mu!, dan rasakan lah. Apa yang kau rasa? Kalo aku, aku pejam kan mata ini, ku rebahkan kedua tangan ku, ku angkat wajah ku menatap langit, menikmati desiran setiap angin yang menyapu rambut ku dengan halus. Aku serasa ingin terbang. Dan kau tau? terdengar sangat jelas desiran ombak di tempat ku saat ini duduk. Ayok kita mulai penjelajahan kita dari sekarang.
Saat aku menutup mata ku, aku sedang berada di pinggir laut. Menikmati angin yang begitu sejuk, aroma udara khas laut, dan saat aku puas dengan apa yang aku rasakan saat ini. aku mulai membuka mata ku dengan perlahan, tapi aku bukan berada di tempat yang sama, saat aku ingin memejamkan mata ini. aku berada di sebuah hutan, hutan yang begitu lebat. Sangat lebat sekali, tak ada seseorang pun di hutan itu, dan aku terus berjalan dan terus saja berjalan sampai aku menemukan sebuah istina.
Istana yang begitu megah, yang begitu besar, Cantik, Namun terlihat sepi. Aku beranikan diri untuk memasuki istana itu. sungguh sangat indah, banyak berlian yang tertera di tempat ini bahkan emas pun berhamburan tapi... tempat ini sangat sepi, tak ada yang menempati rumah ini, tak ada sutu pun aku masih berkeliling di dalam ruangan ini, melihat keindahan yang tak pernah kulihat sebelumnya. Namun dari kejauhan aku melihat sebuah peti harta karun, bentuknya biasa saja namun entahlah apa isi didalam kotak tersebut, aku beranikan diri untuk membukanya. Dan kau tau apa isi di dalam kotak tersebut. Aku menemukan satu buah batang coklat Belgia, coklat yang begitu nikmat. Aku lihat sekelilingku, tak ada siapa-siapa dan aku pun membuka bungkus coklat tersebut, aku mulai memakannya segigitan. Kau tau bagaimana rasanya? Sangat enak. Bagaikan kau memakan sebuah biskuit yang di celupkan ke sebuah baskom coklat yang begitu banyak, dengan caramel yang menempel di bagian biskuit tersebut lalu kacang mede berhamburan seraya menutupi bagian caramel. Nikmat itu kata yang keluar dari mulut ku J. Aku pun menghabiskan coklat tersebut, ada rasa ingin memakannya lagi tapi aku hanya menemukan satu batang coklat saja. Aku menjilati jari-jari ku satu persatu bagian yang tersisa coklat sampai tangan ku bersih. Sungguh sungguh nikmat. Setelah coklat itu habis, aku pun keluar, mencari jalan keluar dari tempat ini dan kembali ke tempat ku semula namun bagaimana caranya. Aku terus berjalan dan berjalan tanpa arah tanpa tau harus menuju ke bagian mana Utara kah, Selatan, Timur atau Barat.
Dan saat aku sedang berjalan melewati pepohonan yang sangat besar-besar ini. Kau tau apa yang ku temakan lagi?, aku menemukan sebuah gubuk, Namun sepertinya gubuk tersebut sangat ramai sekali penghuni nya aku sedikit memberanikan diri untuk memasuki gubuk itu. dan benar saja sangat ramai sekali di sini. Padahal gubuk ini sangat sempit namun tak ada dari mereka yang mengatakan tempat ini sempit, memang sangat aneh istana tadi sepi namun kenapa gubuk ini sangat ramai. Terdengar tawa dari sana-sini, Kebahagiaan, Keceriaan semuanya ada di sini. Aku berani kan diri untuk bertany kepada salah satu anak kecil. “Dik, disini sangat sempit, dan kaka lihat disana ada sebuah istana yang sangat luas. Kenapa tidak pindah di tempat itu saja” namun aku hanya mendapat jawaban yang mungkin cukup pintar untuk anak sekecil itu. “Kami ga butuh tempat yang luas ka, kami hanya butuh kebersamaan, untuk apa tempatnya luas tapi kami tidak mendapatkan apa yang kami dapat di tempat ini” lalu anak kecil itu pergi meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan. Apa arti dari ini semua ? Bagaimana aku kembali ketempat aku semula. Tapi memang bener apa yang di katakan oleh anak itu. kita gak butuh tempat yang luas kalau kita kesepian dan tidak bahagia. Mengapa tidak memilih tempat yang kecil namun kita merasakan kebahagian itu J. Entah apa yang terjadi, namun tiba-tiba saja nyawa ku seperti di tarik oleh sesutu dan aku merasaakan angin yang begitu sepoi-sepoi, suara ombak yang bergesekan dengan bebatuan karang. Ku buka mata ku perlahan, dan seketika aku menyadari kalau aku masih berada di tempat ini, pinggir laut ini tangan ku pun masih ku rebahkan, lalu tadi itu apa? Entah lah biar kan cerita khayalan kita tadi tenggelam dengan Dewa Neptunus namun arti dari khayalan kita, mengapa tidak kita pikir ulang, bukan kah yang di ucapkan oleh adik kecil itu ada benarnya :).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar